Pembelajaran Pengayaan
Puja
Oksa Maharani
Nim/Bp
: 1820089/2018
Dosen Pembimbing :
Yessi Rifmasari,M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Dosen Pembimbing :
Yessi Rifmasari,M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
" PEMBELAJARAN
PENGAYAAN "
A. Pengertian Pembelajaran Pengayaan
Pengayaan
merupakan suatu kegiatan belajar, dikhususkan bagi peserta didik yang
memiliki kemampuan belajar lebih,
misalkan belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan
lebih tinggi, bepikir mandiri, superior, dan berpikir abstrak, serta memiliki
banyak minat.
Secara umum
pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang
melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua
peserta didik dapat melakukannya. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran
tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi
peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa sehingga mereka dapat
mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya.
Pembelajaran
pengayaan berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas,
keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi, inovasi, penemuan,
keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan
pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan
belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai kapasitas optimal
dalam belajarnya.
Pembelajaran
pengayaan memberikan pelayanan kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan
lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu mereka mencapai
kapasitas optimal dalam belajarnya.
B. Jenis Pembelajaran Pengayaan
Terdapat tiga
jenis pembelajaran pengayaan, yaitu kegiatan eksploratori, keterampilan proses,
dan pemecahan masalah.
1. Kegiatan eksploratori
Kegiatan
eksploratori adalah jenis pembelajaran pengayaan yang bersifat umum yang
dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud berupa
peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak
tercakup dalam kurikulum.
2. Keterampilan proses
Keterampilan
proses adalah jenis pembelajaran pengayaan yang diperlukan oleh peserta didik
agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang
diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
3. Pemecahan masalah
Pemecahan masalah
adalah jenis pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki
kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan
menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/
penelitian ilmiah.
Pemecahan masalah
ditandai dengan:
a. Identifikasi bidang permasalahan yang akan
dikerjakan;
b. Penentuan fokus
masalah/problem yang akan dipecahkan;
c. Penggunaan
berbagai sumber;
d. Pengumpulan
data menggunakan teknik yang relevan;
e. Analisis data;
f. Penyimpulan
hasil investigasi.
C. Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Agar pemberian
pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu
pertama mengidentifikasi kelebihan kemampuan belajar peserta didik, dan kedua
memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan.
1. Identifikasi kelebihan kemampuan belajar
a. Tujuan
Tujuan
identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui
jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik.
b. Kelebihan kemampuan belajar itu antara
lain meliputi:
1) Belajar lebih cepat.
Peserta didik yang
memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan
kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu.
2) Menyimpan informasi lebih mudah
Peserta didik yang
memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan memiliki banyak
informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk
digunakan.
3) Keingintahuan yang tinggi
Banyak bertanya
dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik memiliki hasrat
ingin tahu yang tinggi.
4) Berpikir mandiri.
Peserta didik
dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta
mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
5) Superior dalam berpikir abstrak.
Peserta didik yang
superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan pemecahan masalah.
6) Memiliki banyak minat.
Mudah termotivasi
untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.
c. Teknik
Teknik yang dapat
digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat
dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes Inventori, wawancara, pengamatan,
dsb.
1) Tes
IQ (Intelligence Quotient)
Tes IQ adalah tes
yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik. Dari tes ini
dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal,
intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
2) Tes inventori
Tes inventori
digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi, kebiasaan
belajar, dsb.
3) Wawancara
Wawancara
dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali
lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
4) Pengamatan
(observasi)
Pengamatan
dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik.
Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat
pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.
2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan
Bentuk-bentuk
pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara lain melalui:
a. Belajar Kelompok
Belajar kelompok
dilakukan dengan cara sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu
diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil
menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum
mencapai ketuntasan.
b. Belajar mandiri.
Belajar mandiri
dilakukan dengan cara secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu
yang diminati.
c. Pembelajaran berbasis tema.
Pembelajaran
berbasis tema dilakukan dengan cara memadukan kurikulum di bawah tema besar
sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu
d. Pemadatan kurikulum.
Pemadatan
kurikulum adalah pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang
belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta
didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara
mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing Pemberian
pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik.
Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh
kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan
kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.
DAFTAR
RUJUKAN
Kurniawan, Endang
dkk. 2016. Pemanfaatan Dan Pelaporan Hasil Penilaian. Jakarta: Direktorat
Jenderal GurudanTenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Komentar
Posting Komentar