Pembelajaran Efektif
Puja Oksa Maharani
Nim/Bp : 1820089/2018
Dosen Pembimbing :
Yessi Rifmasari,M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung
serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik
yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa
arti belajar sesungguhnya.
Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami
dan mengalami sesuatu. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara
stimulus dan respon. Jadi, proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus
(rangsangan) yang diberikan guru, selain itu untuk meraih pembelajaran yang
efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan
sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka
(Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika
hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan
efektif dan optimal.
Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali
guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif,
sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak
efektif.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan
kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang
praktek/laboratorium. Sehubungan dengan tugas ini, guru hendaknya selalu
memikirkan tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran tersebut, diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran
dengan seksama dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Hakikat
Pembelajaran Efektif
1. Pengertian belajar dan pembelajaran
Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu
pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan, atau suatu pengertian.
definisi belajar
menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana
tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. ”Learning
may be defined as the process by which behavior originates or is altered
through training or experience.” Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah
laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan, kelelahan, penyakit, atau
pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.
Menurut Hamalik Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang
tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi (siswa dan guru), material (buku, papan
tulis, kapur dan alat belajar), fasilitas (ruang, kelas audio visual), dan
proses yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu
kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa
berubah ke arah yang lebih baik. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar
memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa
yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma yang berfungsi
sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah, baik kuantitas
maupun kualitasnya.
2. Pengertian Efektif
Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh, makna dan
manfaat tertentu. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang
menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. Pembelajaran menekankan pada
penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi lebih menekankan
pada internalisasi, tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi
sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa.
Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah
proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia
dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh,
makna dan manfaat tertentu.
3. Pengertian dan Inti Pembelajaran Efektif
Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif, maka
hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan
saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses
pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan,
ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap
demokratis bagi siswa. pembelajaran efektif juga dapat menciptakan suasana
pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan kreatifitas siswa untuk
mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki yaitu dengan memberikan
kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara belajarnya sendiri.
Di
dalam menempuh dan mewujudkan tujuan pembelajaran yang efektif maka perlu
dilakukan sebuah cara agar proses pembelajaran yang diinginkan tercapai yaitu
dengan cara belajar efektif. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu
adanya bimbingan dari guru.
Muara dari berfungsinya manajemen pembelajaran yang baik
adalah pembelajaran efektif. Artinya, dari posisi guru tercipta mengajar
efektif, dari posisi murid tercipta belajar efektif.
Menurut Joyce and Weil ,
”Guru yang berhasil adalah mengajar murid bagaimana memiliki informasi dalam
pembicaraan dan membuatnya menjadi milik mereka. Sedangkan pelajar efektif
adalah membentuk informasi, gagasan dan kebijaksanaan dari guru mereka dan
menggunakan sumber daya belajar secara efektif”
Menurut Abdurahmat (2003:92)
Efektif adalah pemanpaatan sumber daya, sarana dan prasarana
dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk
menghasilkan sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya.
B.Suasana
Dalam Pembelajaran Efektif
Beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses
pembelajaran:
1. Suasana belajar
yang menyenangkan
Suasana belajar yang menyenangkan akan terwujud apabila
terdapat keterlibatan penuh, perhatian peserta didik tercurah, lingkungan
belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang, pengaturan tempat duduk
leluasa untuk peserta didik bergerak),dan adanya rasa aman dan bersemangat.
2. Suasana Bebas
Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi
siswa dalam berbicara dan atau berpendapat.
3. Pemilihan media pengajaran dan metode yang sesuai
Guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran
sesuai dengan materi yang akan di sajikan, dituntut mampu menggunakan metode
mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik.
C.Upaya
Memelihara Kondisi dan Suasana Belajar yang Efektif
Upaya-upaya yang dilakukan ini merupakan usaha dalam
menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif
antara lain:
1. Tanggung jawab
pendidik
Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan
untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif, yang berarti harus
memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses
belajar mengajar.
2. Penataan
lingkungan belajar
Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya
penataan lingkungan belajar. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar
lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Oleh
karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain
melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom
management).
3. Cara pengajaran pendidik
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang
efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan
pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta
didik yang bervariasi, maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam
strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel.
Upaya Meningkatkan Efektivitas Mengajar
Banyak faktor yang menyebabkan pengajaran tidak efisien karena
tiap pengajar mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Menurut Joan Midden-fort dalam Soekartawi memberikan saran
tentang bagaimana cara meningkatkan efektivitas mengajar yaitu:
Menyiapkan segala sesuatunya dengan baik
Buat motivasi di kelas
Tumbuhkan dinamika dan enthuism dalam diri pengajar
Menciptakan kesempatan untuk berkomunikasi dengan siswa
Perbaiki terus isi atau kualitas bahan ajar
Demikian artikel yang membahas mengenai pembelajaran efektif,
kriteria sekolah efektif, cara meningkatkan efektifitas belajar.
D.
Strategi Pembelajaran Efektif
Untuk meningkatkan
cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran
dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Dalam melaksanakan
strategi tersebut, diperlukan beberapa hal yaitu:
1. Prinsip-prinsip
belajar
Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran
yang efektif. Dengan adanya prinsip belajar ini, akan terjadi sebuah perubahan
bagi peserta didik yang signifikan diantaranya:
a. Perubahan yang
disadari
b. Perubahan yang
berkesinambungan
2. Esensi Belajar
a. Perubahan seluruh
aspek pribadi
b. Proses yang
disengaja dan disadari
c. Terjadi karena ada
dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai
d. Bentuk pengalaman
yang sistematis, dan terarah
3. Rangkaian
aktivitas belajar
a. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya
kekurangan
b. Kesiapan untuk
memenuhi kebutuhan
c. Pemahaman situasi
: melihat aspek yang terkait dengan belajar
d. Menafsirkan situasi
: hubungan berbagai aspek
e. Respons :
aktivitas belajar
4. Hasil Pembelajaran
a. Informasi verbal
b. Kecakapan
intelektual : diskriminasi, konsep konkret, aturan
c. Strategi kognitif
d. Sikap
e. Kecakapan motorik
5. Kualitas belajar
a. Belajar untuk
menjadi diri sendiri
b. Belajar untuk belajar
c. Belajar untuk
berbuat
d. Belajar untuk hidup
bersama secara dama
BAB III
KESIMPULAN
Proses
pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan
oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam
situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal
balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya
proses pembelajaran. Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari
kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya, maka guru selaku pembimbing
harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Selain
itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus
adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar, keahlian
guru dalam mengajar, fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang
baik antara guru dan peserta didik.
DAFTAR RUJUKAN
Ngalim purwanto,
Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya,1996)
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan
(Jakarta: PT. Imtima, 2007)
Prayitno, Dasar teori
dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo, 2009)
Syaiful Bahri Djamarah, Guru
dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 1994)
Wasty Soemanto, Psikologi Pendidika : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1998)
Lee Joseph Cronbach,
Educational psychology (New York: Harcourt, Brace & World, 1963)
Oemar Hamalik,Kurikulum
dan Pembelajaran (Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2002)
Slameto, Belajar dan
Faktor - Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta, 1995)
Bagus
BalasHapus