Keterampilan Mengelola Kelas
Puja Oksa Maharani
Nim/Bp : 1820089/2018
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
1.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru
adalah sebagian besar terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan
menyelidiki kondisi belajar yang optimal dapat dicapai jika guru mampu mengatur
peserta didik dan sasaran pembelajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang
menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengaturan yang berkaitan
dengan penyampaian pesan penngajaran (instruksional) atau dapat pula berkaitan
dengan penyediaan kondisi belajar (pengelolaan kelas). Bila pengaturan kondisi
dapat dikerjakan secara optimal, maka proses belajar berlangsung secara optimal
pula.
Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai bila guru
mampu mengatur siswa dan saran pembelajaran serta megendalikannya dalam suasana
yang sangat menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hubungan
interprsonal yang baik antara guru dan peserta didik, peserta didik sama
peserta didik merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas. Pengelolaan
kelas yang efektif merupakan prasyarat bagi terjadinya proses pembelajaran yang
efektif.
1.2 Permasalahan
Adapun permasalahan yang melatarbelakangi pembuatan masalah
ini adalah sebagai berikut:
- Apakah pengertian dari keterampilan mengelola kelas?
- Apakah tujuan dari keterampilan mengelola kelas?
- Apa saja komponen-komponen keterampilan mengelola kelas?
- Apa sajakah prinsip keterampilan mengelola kelas?
- Apa sajakah hal-hal yang harus dihindari dalam mengelola kelas?
- Bagaimanakah aplikasi dan cara menggunakan keterampilan mengelola kelas?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui pengertian keterampilan pengelolaan
kelas.
2.
Mengetahui tujuan keterampilan pengelolaan kelas.
3.
Mengetahui komponen-komponen keterampilan
pengelolaan kelas.
4. Mengetahui
prinsip keterampilan pengelolaan kelas.
5.
Mengetahui hal-hal yang harus dihindari dalam
mengelola kelas.
6.
Mengetahui aplikasi dan cara menggunakan
keterampilan pengelolaan kelas.
II. KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS
2.
1 Pengertian Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu, pengelolaan dan
kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “ kelola“, ditambah awalan
“pe” dan akhiran “an”.Istilah lain dari pengelolaan kelas adalah manajemen.
Manajemen adalah kata aslinya dari bahasa inggris, yaitu management. Yang
berarti ketatalaksanaan, tatapimpinan, pengelolaan. Secara umum Suharsimi
mengatakan bahwa manajemen atau pengelolaan adalah pengadministrasian,
pengaturan atau penataan suatu kegiatan. (Djamarah, 2006:175)
Sedangkan Menurut Sudirman N, dkk (dalam Djamarah, 2006:177),
Pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potesi kelas.
keterampilan ini kita sudah miliki dasarnya sejak kecil
tinggal kita dapat mengasah secara terus menerus dengan tekun dan disiplin
supaya dapat mencapai hasil yang maksimal.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa
pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas yang dilakukan oleh
penanggungjawab kegiatan belajar-mengajar agar dicapai kondisi optimal sehingga
dapat terlaksana kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
2.2
Tujuan Penggunaan Pengelolaan Kelas
Penggunaan komponen keterampilan mengelola kelas mempunyai
tujuan, baik untuk siswa maupun untuk guru. Tujuan-tujuan yang dimaksud adalah
sebagai berikut :
Tujuan untuk siswa
Keterampilan mengelola kelas untuk siswa bermaksud:
a) Mendorong
siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya serta
sadar untuk mengendalikan dirinya.
b) Membantu
siswa mengerti akan arah tingkah laku yang sesuai dengan tata tertib kelas, dan
melihat atau merasakan teguran guru sebagai suatu peringatan dan bukan
kemarahan.
c) Menimbulkan
rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta bertingkah laku yang wajar
sesuai dengan aktivitas-aktivitas kelas.
Tujuan untuk guru:
Bagi guru, tujuan keterampilan mengelola kelas adalah untuk
melatih keterampilannya dalam:
a) Mengembangkan
pengertian dan keterampilan dalam memelihara kelancaran penyajian dan
langkah-langkah pelajaran secara tepat dan baik.
b) Memiliki
kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensinya di dalam
memberikan pengarahan yang jelas kepada siswa
c) Memberikan
respon secara efektif terhadap tingkah laku yang menimbulkan gangguan-gangguan
kecil atau ringan serta memahami dan menguasai seperangkat kemungkinan strategi
yang dapat digunakan dalam hubungan dengan masalah tingkah laku siswa yang
berlebih-lebihan atau terus menerus melawan di kelas.
2.3 Komponen Pengelolaan Kelas
Keterampilan mengelola kelas dibedakan menjadi dua komponen,
yaitu :
Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan
pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat preventif)
1. Menunjukkan Sikap
Tanggap
Menggambarkan tingkah laku guru yang tampak pada siswa, bahwa
guru sadar dan tanggap terhadap perhatian keterlibatan, masalah dan ketidak
acuan mereka. Dengan adanya sikap ini siswa merasa guru hadir ditengah mereka.
Kesan ketanggapan ini dapat ditunjukkan dengan berbagai cara seperti berikut.
a. Memandang
Secara Saksama
Memandang secara seksama dapat mengundang dan melibatkan siswa
dalam kontak pandangan serta interaksi antarpribadi yang dapat ditampakkan
dalam pendekatan guru untuk bercakap-cakap, bekerja sama, dan menunjukkan rasa
persahabatan. Memungkinkan guru meliput keterlibatan siswa dalam tugas di kelas
serta menunjukkan kesiapan guru untuk memberi respon baik terhadap kelompok
maupun individu.
b. Memberikan
Pernyataan
Pernyataan guru terhadap sesuatu yang dikemukakan siswa sangat
diperlukan, baik berupa tanggapan, komentar, ataupun yang lain. Hal ini terkomunikasi kepada siswa melalui
pernyataan guru bahwa ia telah siap untuk memulai kegiatan belajar serta siap
memberi respon terhadap kebutuhan siswa. Hal yang harus dihindari adalah
menunjukkan dominasi guru dengan pernyataan atau komentar yang mengandung
ancaman.
Contoh : “Saya menunggu sampai kalian diam”.
c. Gerak Mendekati
Gerak guru dalam posisi mendekati kelompok kecil atau individu menandakan kesiagaan, minat dan
perhatian guru yang diberikan terhadap tugas serta aktivitas siswa. Gerak
mendekati hendaklah dilakuan secara wajar, bukan untuk menakut-nakuti,
mengancam, atau member kritikan dan hubungan. Hal ini menunjukkan kesiapan,
minat dan perhatian kepada siswa. Hal ini membantu siswa yang menghadapi
kesulitan belajar, mengalami frustasi atau sedang marah.
d. Memberikan
Reaksi Terhadap Gangguan Dan Ketakacuan Siswa
Apabila ada siswa yang menimbulkan gangguan atau menunjukkan
ketakacuhan, guru dapat member reaksi dalam bentuk teguran. Dengan adanya
teguran menandakan adanya guru bersama siswa. Teguran harus diberikan pada saat
yang tepat serta dialamatkan pada sasaran yang tepat. Teguran haruslah
diberikan pada saat yang tepat dan sasaran yang tepat pula sehingga dapat
mencegah meluasnya penyimpangan tingkah laku.
2. Membagi Perhatian
Pengelolaan kelas yang efektif terjadi apabila guru membagi
perhatian kepada beberapa kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama. Hal
ini dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
a. Visual
Hal ini mennjukkan perhatian terhadap sekelompok siswa atau
individu namun tidak kehilangan keterlibatannya dengan kelompok siswa atau
individu.
Keterampilan ini digunakan untuk memonitor kegiatan kelompok
atau individu, mengadakan koreksi kegiatan siswa, memberi komentar atau memberi
reaksi terhadap siswa yang mengganggu.
b. Verbal
Guru dapat memberikan komentar, penjelasan, pernyataan, dan
sebagainya terhadap aktivitas seorang siswa sementara ia memimpin kegiatan
siswa yang lain.
Penggunaan teknik visual maupun verbal menunjukkan bahwa guru
menguasai kelas.
3. Memusatkan
Perhatian
Keterlibatan siswa dalam KBM dapat dipertahankan apabila dari
waktu kewaktu guru mampu memusatkan kelompok terhadap tugas-tugas yang
dilaksanakan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara :
a. Menyiagakan
Siswa
Menciptakaan suasana yang menarik sebelum guru menyampaikan
pertanyaan atau topik pelajarannya. Bertujuan
untuk menghindari penyimpangan perhatian siswa. Misalnya : “ coba
anak-anak, semuanya memperhatikan dengan teliti gambar ini untuk membedakan
daerah mana yang subur dan daerah mana yang tanahnya gersang.
b. Menuntut
Tanggung Jawab Siswa
Hal ini berhubungan dengan cara guru memegang teguh kewajiban
dan tanggung jawab yang dilakukan oleh siswa serta keterlibatan siswa dalam
tugas-tugas. Misalnya dengan meminta kepada siswa untuk memperagakan,
melaporkan, dan memberi respons. Komunikasi yang jelas dari guru mengenai tugas
siswa merupakan hal yang sangat penting dalam mempertahankan pusat perhatian
siswa.
4. Memberikan
Petunjuk yang Jelas
Hal ini berhubungan dengan cara guru dalam memberikan petunjuk
agar jelas dan singkat dalam pelajaran sehingga tidak terjadi kebingungan dari
pada siswa. Petunjuk yang diberikan harus bersifat langsung, dengan bahasa yang
jelas dan tidak membingungkan serta dengan tuntutan yang wajar dapat dipenuhi
oleh siswa.
5. Menegur
Apabila terjadi tingkah laku siswa yang menggangu kelas atau
kelompok dalaam kelas, hendaklah guru menegurnya secara verbal. Teguran verbal
yang efektif ialah yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
· Tegas dan
jelas tertuju kepada siswa yang mengganggu serta pada tingkah lakunya yang
menyimpang
· Menghindari
peringatan yang kasar dan menyakitkan atau yang mengandung penghinaan.
· Menghindari
ocehan atau ejekan guru atau yang berkepanjangan
· Guru dan siswa
lebih baik mengadakan kesepakatan sehingga penyimpangan yang terjadi hanya
sifatnya mengingatkan
6. Memberi
Penguatan
Komponen ini digunakan untuk mengatasi siswa yang tidak mau
terlibat dalam kegiatan pembelajaran atau menggangu temanya. Yaitu dengan cara.
a. Guru dapat
memberikan penguatan kepada siswa yang menggagu yaitu dengan jalan
”menangkapnya” ketika ia melakukan tingkhlaku yang wajar dan berusaha “
menangkapnya” ketika ia melakukan tingkah yang tidak wajar dan berusaha “
menangkapnya” ketika ia melakukan tindakan yang tidak wajar dengan tujuan
perbuatan yang wajar tadi dapat terulang.
b. Guru dapat
memberikan berbagai komponen penguatan kepada siswa yang bertingkah laku yang
wajar kepada siswa yang lain untuk menjdi teladan.
Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi
belajar yang optimal
Keterampilan ini
berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan
maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi
belajar yang optimal. Apabila terdapat siswa yang menimbulkan gangguan yang
berulang-ulang walaupun guru telah menggunakan tingkah laku dan respon yang
sesuai, guru dapat meminta bantuan kepada kepala sekolah, konselor sekolah,
atau orang tua siswa.
Bukanlah kesalahan profesional guru apabila ia tidak dapat
menangani setiap problema siswa di dalam kelas. Namun, pada tingkat tertentu
guru dapat menggunakan seperangkat strategi untuk tindakan perbaikan terhadap
tingkah laku siswa yang terus menerus menimbulkan gangguan dan yang tidak mau
terlibat dalam tugas di kelas. Strategi tersebut adalah :
a. Modifikasi tingkah
laku. Guru hendaknya menganalisis tingkah laku siswa yang mengalami masalah
atau kesulitan dan berusaha memodifikasi tingkah laku tersebut dengan
mengaplikasiakan pemberian penguatan secara sistematis.
b. Guru dapat
menggunakan pendekatan pemecahan masalah kelompok dengan cara :
· Memperlancar
tugas-tugas : Mengusahakan terjadinya kerja sama yang baik dalam pelaksanaan
tugas.
· Memelihara kegiatan-kegiatan kelompok :
Memelihara dan memulihkan semangat siswa dan menangani konflik yang timbul.
c. Menemukan dan
memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Guru dapat menggunakan
seperangkat cara untuk mengendalikan tingkah laku keliru yang muncul, dan ia
mengetahui sebab-sebab dasar yang mengakibatkan ketidakpatutan tingkah laku
tersebut serta berusaha untuk menemukan pemecahannya.
2.4 Prinsip Pengelolaan Kelas
1. Kehangatan dan
Keantusiasan
Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya
iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan
belajar-mengajar yang optimal.
2. Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang menantang akan
meninkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan
terjadinya tingkah yang menyimpang.
3. Bervariasi
Pengunaan variasi dalam media, gaya, dan interaksi
mengajar-belajar merupakan kunci pengelolaan kelas untuk menghindari kejenuhan
serta pengulangan-pengulangan aktivitas yang menyebabkan menurunnya kegiatan
belajar dan tingkah laku positif siswa.
4. Keluwesan
Dalam proses belajar mengajar guru harus waspada mengamati
jalannya proses kegiatan tersebut. Termasuk kemungkinan munculnya gangguan
siswa.
5. Penekanan Pada
Hal-Hal Positif
Pada dasarnya didalam mengajar dan mendidik guru harus
menekankan kepada hal-hal yang positif dan sedapat mungkin menghindari
pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif.
Cara guru memelihara suasana yang positif antara lain :
Memberikan aksentuasi terhadap tingkah laku siswa yang positif
dan menghindari ocehan atau celaan atau tingkah laku yang kurang wajar.
Memberikan penguatan terhadap tingkah laku siswa yang positif.
6. Penanaman disiplin diri
Kegiatan ini merupakan tujuan akhir pengelolaan kelas. Untuk
mencapainya guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri
sendiri. Hal ini akan lebih berhasil jika guru sendiri yang menjadi contoh.
2.5 Hal-hal yang Harus Dihindari
Dalam usaha mengelola kelas secara efektif ada sejumlah
kekeliruan yang harus dihindari oleh guru, yaitu sebagai berikut.
Campur tangan yang berlebih (teachers instruction)
Apabila guru menyela kegiatan yang sedang asyik berlangsung
dengan komentar, pertanyaan, atau petunjuk yang mendadak, kegiatan itu akan terganggu atau terputus.
Hal ini akan memberi kesan kepada siswa bahwa guru tidak memperhatikan
keterlibatan dan kebutuhan anak. Ia hanya ingin memuaskan kehendak sendiri.
Kelenyapan (fade away)
Hal ini terjadi jika guru gagal secara tepat melengkapi suatu
instruksi, penjelasan, petunjuk, atau komentar, dan kemudian menghentikan
penjelasan atau sajian tanpa alasan yang jelas. Juga dapat terjadi dalam bentuk
waktu diam yang terlalu lama, kehilangan akal, atau melupakan langkah-langkah
dalam pelajaran. Akibatnya ialah membiarkan pikiran siswa mengawang-awang,
melantur, dan mengganggu keefektifan serta kelancaran pelajaran.
Ketidaktepatan memulai dan mengakhiri kegiatan (stops and
stars)
Hal ini dapat terjadi bila guru memulai suatu aktivitas tanpa
mengetahui aktivitas sebelumnya menghentikan kegiatan pertama, memulai yang
kedua, kemudian kembali kepada kegiatan yang pertama lagi. Dengan demikian guru
tidak dapat mengendalikan situasi kelas dan akhirnya mengganggu kelancaran
kegiatan belajar siswa.
Penyimpangan (digression)
Akibat guru terlalu asyik dalam suatu kegiatan atau bahkan
tertentu memungkinkan ia dapat menyimpang. Penyimpangan tersebut dapat
mengganggu kelancaran kegiatan belajar siswa.
Bertele-tele (overdweiling)
Kesalahan ini terjadi bila pembicaraan guru bersifat
mengulang-ulang hal-hal tertentu, memperpanjang keterangan atau penjelasan,
mengubah teguran sederhana menjadi
ocehan atau kupasan yang panjang
DAFTAR PUSTAKA
Asril,
Zainal. 2010. Microteaching. Padang.
PT. Raja Grafindo Persada.
http://makalahkumakalahmu.net/2008/10/31/keterampilan-mengelola-kelas.
Artikelnya bagus
BalasHapus