Kegiatan Remedial
Puja
Oksa Maharani
Nim/Bp
: 1820089/2018
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
“
PEMBELAJARAN REMEDIAL “
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Pembelajaran adalah proses interaksi antara pendidik dan
peserta didik. Pendidik dalam hal ini guru, berposisi sebagai pengarah dan
sumber pemberi pengetahuan yang akan disimak oleh peserta didik. Dalam suatu
kelas, terdiri atas beberapa individu peserta didik. Setiap individu memiliki
karakter dan sifat masing-masing yang tentunya berbeda satu sama lainnya.
Perbedaan ini akan berdampak pada proses pembelajaran, dimana seorang guru
tidak bisa mengajar dengan model satu tipe saja. Karena, dengan adanya
perbedaan tadi akan menghasilkan ketidakmerataan kemampuan siswa dalam memahami
pelajaran yang telah diberikan.
Salah satu perbedaan nyata yang pasti dimiliki oleh setiap
individu adalah perbedaan tingkatan Zona Proximal Development (ZPD), yaitu
tingkatan kemampuan setiap individu dalam menyerap pengetahuan. Dengan adanya
perbedaan ini, seyogyanya pendidik yang professional harus mampu memetakan
setiap tingkatan kemampuan peserta didiknya agar dapat membimbing mereka tanpa
adanya kesenjangan.
Di zaman era modernisasi seperti sekarang ini dalam dunia
pendidikan membutuhkan seorang pendidik yang berkualitas yang tidak hanya
memiliki kemampuan dalam mengajar namun mereka juga mampu memberikan motivasi
jika anak didik mengalami down misalnya nilainya jeblok. Sebagai seorang calon
pendidik yang bijak seyogyanya kita harus mengenal karakteristik anak didik
kita. Karakteristik anak didik sangatlah beraneka ragam dan memiliki potensi
yang berbeda-beda maka seharusnya sebagai calon pendidik, kita mampu mengarahkan
dan memberikan motivasi kepada anak didik kita agar dapat menemukan skill
mereka. Jangan sampai kita sebagai calon pendidik, kita acuh tak acuh terhadap
kemampuan dan potensi mereka. Pemikiran ini tentunya sangatlah keliru karena
ini akan menyebabkan anak didik kita menjadi malas dan tidak bersemangat
apalagi jika nilai-nilai dalam sekolah mereka jeblok. Olehnya itu, melalui
makalah ini akan penulis paparkan mengenai pembelajaran remedial.
Rumusan Masalah Apa Tujuan dan
Fungsi Pembelajaran Remedial
1.
Bagaimana Prinsip Pembelajaran Remedial?
2.
Bagaimana Metode Dalam Pembelajaran Remedial?
3.
Bagaimana Prosedur Dalam Pelaksanaan Pmbelajaran
Remedial?
Tujuan
Dapat mengetahui Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Remedial
Dapat mengetahui Prinsip Pembelajaran Remedial
Dapat mengetahui Metode Dalam Pembelajaran Remedial
Dapat mengetahui Prosedur Dalam Pelaksanaan Pmbelajaran
Remedial
Manfaat
Untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Belajar Dan
Pembelajaran
Menambah pengetahuan penulis mengenai pembelajaran remedial,
dari segi metode, prinsip dan langkah-langkah pembelajarannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian
Kegiatan Remedial
Kata remedial berasal dari bahasa Inggris yang artinya
menyembuhkan, membetulkan. Ini berarti bahwa pembelajaran remedial adalah
pembelajaran yang bersifat menyembuhkan sehingga menjadi baik atau sembuh dari
masalah pembelajaran yang dirasa sulit. Menurut Natawija dalam bukunya
Pengajaran Remedial, mengemukakan bahwa dilihat dari arti katanya remedial
berarti bersifat menyembuhkan/ membetulkan atau membuat menjadi baik.
Menurut Nafsiah Ibrahim dan Partino dalam bukunya Pengantar
Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, pembelajaran remedial
perlu diadakan bila telah diketahui terlebih dahulu apa dan bagaimana kesulitan
belajar yang dialami peserta didik, pengajaran remedial merupakan bentuk khusus
pengajaran yang meliputi cara mengajar, cara belajar, materi pelajaran, metode
mengajar, cara belajar, materi pelajaran, fasilitas dan lingkungan yang ikut
mempengaruhi proses belajar tersebut.
Menurut Mulyadi (2010) pengajaran remedial adalah pengajaran
khusus yang memperbaiki kemampuan peserta didik dari kesulitan-kesulitan yang
dihadapi. Remedial teaching adalah suatu pengajaran yang berguna untuk
memperbaiki atau mengatasi kesulitan dan kelemahan siswa dalam menguasai materi
pelajaran tertentu untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dengan sifat belajar
yang lebih khusus menggunakan pendekatan individual.
Pengertian Secara Umum
Pembelajaran Remedial adalah pembelajaran yang diberikan
kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu, dengan
menggunakan berbagai metode yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur
kembali tingkat ketuntasan belajar peserta didik.
Pada hakikatnya, semua peserta didik akan dapat mencapai
standar kompetensi yang ditentukan, hanya waktu pencapaiannya yang berbeda.
Oleh karenanya perlu adanya program pembelajaran remedial (perbaikan).
pembelajaran remedial adalah sebuah bentuk pembelajaran yang
sifatnya memperbaiki kekeliruan-kekeliruan siswa dalam belajar atau untuk lebih
memberikan pemahaman yang lebih bagi siswa yang mengalami kelambanan dalam
belajar, ini berarti bahwa pengajaran remedial merupakan lanjutan dari
kegiatan-kegiatan diagnostik kesulitan belajar.
B.
Pentingnya Kegiatan Pembelajaran Remedial
Setiap guru berharap peserta didiknya dapat mencapai
penguasaan kompetensi yang telah ditentukan. Berdasarkan permendikbud No. 65
tentang Standar Proses, No.66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian, setiap
pendidik hendaknya memperhatikan prinsip perbedaan individu (kemampuan awal,
kecerdasan, kepribadian, bakat, potensi, minat, motivasi belajar, gaya
belajar), maka program pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan/hak anak. Dalam program pembelajaran remedial, guru akan membantu
peserta didik untuk memahami kesulitan belajar yang dihadapinya, mengatasi
kesulitannya tersebut dengan memperbaiki cara belajar dan sikap belajar yang
dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.
C.Prinsip Kegiatan Pembelajaran Remedial
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam Kegiatan pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya
sebagai pelayanan khusus antara lain:
1. Adaptif.
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik
untuk belajar sesuai dengan daya tangkap, kesempatan, dan gaya belajar
masing-masing.
2. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya melibatkan keaktifan guru
untuk secara intensif berinteraksi dengan peserta didik dan selalu memberikan
monitoring dan pengawasan agar mengetahui kemajuan belajar peserta didiknya.
3. Fleksibilitas dalam metode pembelajaran dan penilaian
Pembelajaran remedial perlu menggunakan berbagai metode
pembelajaran dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta
didik.
4. Pemberian umpan balik sesegera mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik
mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin agar dapat
menghindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut.
5. Pelayanan sepanjang waktu
Pembelajaran remedial harus berkesinambungan dan programnya
selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan
kesempatan masing-masing.
D.Menentukan
tindakan yang harus dilakukan.
Dalam langkah ini, dilakukan usaha-usaha untuk menentukan
karakteristik kasus yang ditangani tersebut. Apakah kasus tersebut termasuk
klasifikasi berat, cukup, atau ringan.
Setelah karakteristik ditentukan, maka tindakan pemecahannya
harus dipikirkan, yaitu sebagai berikut :
Kalau kasusnya ringan, tindakan yang ditentukan adalah
memberikan remedial teaching kepada siswa tersebut.
Kalau kasusnya tergolong cukup dan berat, maka sebelum
diberikan remedial teaching, harus diberikan layanan konseling terlebih dahulu
untuk mengatasi hambatan-hambatan emosional yang mempengaruhi cara belajarnya.
Berdasarkan karakteristik kasus tersebut, maka pada tahap
kedua ini adalah membuat keputusan tentang cara mana yang harus dipilih. Untuk
itu, beberapa pertimbangan yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan, yaitu
:
Faktor efektivitas, yaitu ketepatan tercapainya tujuan
remedial teaching.
Faktor efisiensi, yaitu sedikitnya tenaga, biaya, dan waktu
yang dipergunakan, namun hasilnya dapat seoptimal mungkin.
Faktor kesusilaan dengan jenis masalah, sifat individu,
fasilitas, dan kesempatan yang tersedia.
Langkah yang dapat dilakukan
adalah :
Menciptakan hubungan yang hangat antara guru dengan murid dan
murid dengan murid.
Menciptakan iklim sosial yang sehat dalam kelas.
Memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Kasus yang mempunyai latar belakang kebiasaan belajar yang
salah.
Cara yang dapat dilakukan adalah :
Menunjukkan akibat dari kebiasaan belajar yang salah.
Memberikan kesempatan berlatih dengan pola-pola belajar yang
baru.
Kasus yang mempunyai latar belakang ketidakcocokan antara
keadaan pribadi dengan lingkungannya dan programnya.
Untuk ini dapat diberikan saran :
Memberikan bimbingan informasi dalam memilih program dan cara
belajar.
Pengenalan dengan memberikan wawasan tentang program yang
ditempuh.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai
materi pelajaran.
Pendekatan dalam pengajaran remedial ada 3 jenis yaitu:
Pendekatan yang bersifat kuratif.
Pendekatan yang bersifat preventif.
Pendekatan yang bersifat pengembangan.
Metode yang digunakan dalam pengajaran remedial diantaranya
yaitu :
Tanya Jawab
Diskusi
Tugas
Kerja kelompok
Tutor
Pengajaran individual.
Saran
Makalah ini, baik dari segi isi maupun bentuknya masih memiliki banyak kekurangan.
Olehnya itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis butuhkan demi
kesempurnaan tulisan-tulisan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Wojowasito
Purwadarminta, Kamus Lengkap Inggris Idonesia, Bandung : Hasta,1982).
Natawijaya, Pengajaran Remedial,
(Jakarta :Depdikbud 1983).
Nafsiah
Ibrahim dan Partino, Pengantar Diagnostik
Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial, Jayapura: FKIP Universitas
Cenderawas, 1983).
M.
Entang, Diagnosa Kesulitan Belajar dan
Pengajaran Remedial (Jakarta : Remaja Rosdakarya, 1981).
Sangat bermanfaat
BalasHapus