Prosedur Pembelajaran



Tugas 4

Makalah Strategi Pembelajaran di SD

"Prosedur Pembelajaran"




Disusun Oleh :

Puja Oksa Maharani

Nim/Bp : 1820089/2018

PGSD 4.4

Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINNGI KEGUEUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA

PADANG

2020


PROSEDUR PEMBELAJARAN


A. Pendahuluan

Udin S. Winataputra, dkk.(2003) mengemukakan hal-hal yang di lakukan dalam kegiatan pendahuluan, yaitu :


  1. Menciptakan Kondisi Awal Pembelajaran; meliputi: membina keakraban, menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis
  2. Apersepsi meliputi: kegiatan mengajukan pertanyaan untuk mengaitkan materi yang akan dibelajarkan dengan materi atau pengetahuan yang telah dikuasai siswa sebelumnya, memberikan komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.



Hal senada disampaikan oleh  Depdiknas (2003) bahwa dalam kegiatan pendahuluan, perlu dilakukan pemanasan dan apersepsi, didalamnya mencakup:
  1. bahwa pelajaran dimulai dengan hal-hal yang diketahui dan dipahami peserta didik
  2. motivasi peserta didik ditumbuhkan dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi      peserta didik  dan
  3. peserta didik didorong agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru.


B. Kegiatan Inti

1. Kegiatan inti pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mencapai tujuan pembelajaran atau proses untuk pencapaian kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik, degan menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik pesertadidikdan materi pelajaran  Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan inti, yaitu :
  1.  menyampaikan tujuan yang ingin dicapai, baik secara lisan maupun tulisan, 
  2.  menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh, dan
  3.  membahas materi.
  4.  Depdiknas (2003) mengemukakan tiga bentuk kegiatan ini yaitu: (1) eksplorasi; (2)konsolidasi pembelajaran, dan (3) pembentukan sikap dan perilaku.
2. Kegiatan eksplorasi merupakan usaha memperoleh atau mencari informasi baru. Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan eksplorasi, yaitu:
  • mremperkenalkan materi/keterampilan baru
  • mengaitkan materi dengan pengetahuan yang sudah ada pada peserta didik
  • mencari metodologi yang paling tepat dalam meningkatkan penerimaaan peserta didik akan materi baru tersebut.


Konsolidasi merupakan merupakan negosiasi dalam rangka mencapai pengetahuan baru. 
Dalam kegiatan konsolidasi pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah :
  •  melibatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi ajar   baru
  •  melibatkan peserta didik secara aktif dalam pemecahan masalah
  • meletakkan penekanan pada kaitan struktural, yaitu kaitan antara materi pelajaran yang baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan di dalam lingkungan dan
  • mencari metodologi yang paling tepat sehingga materi ajar dapat terproses menjadi bagian dari pengetahuan peserta didik.


Pembentukan sikap dan perilaku merupakan pemrosesan pengetahuan menjadi nilai, sikap dan perilaku. Yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap dan perilaku, adalah :
  • peserta didik didorong untuk menerapkan konsep atau pengertian yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari
  • peserta didik membangun sikap dan perilaku baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pengertian yang dipelajari dan
  • cari metodologi yang paling tepat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku peserta didik.


C. Kegiatan Akhir dan Tindak Lanjut Pembelajaran

Udin S. Winataputra, dkk. (2003) mengemukakan hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran, yaitu:
  • penilaian akhir
  • analisis hasil penilaian akhir
  • tindak lanjut
  • mengemukakan topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang; dan menutup kegiatan pembelajaran.



Mulyasa (2003) mengemukakan dua kegiatan pokok pada akhir pembelajaran, yaitu : 
  • pemberian tugas dan 
  • post tes. Sementara itu, Depdiknas (2003) mengemukakan dalam kegiatan akhir perlu dilakukan penilaian formatif, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
(a) kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik
(b) gunakan hasil penilaian tersebut untuk melihat kelemahan atau kekurangan peserta             didik dan masalah-masalah yang dihadapi guru; dan
(c) cari metodologi yang paling tepat yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.


Kesimpulan

Seorang guru harus dapat merubah paradigma bahwa seorang guru perlu memberikan pembelajaran bukan sekedar pengajaran, karena di dalam proses pengalaman pembelajaran peserta didik memperoleh inspirasi dari pengalaman yang menantang dan termotivasi untuk bebas, berprakasa, kreatif dan mandiri.
Pengalaman proses pembelajaran merupakan aktivitas mengingat, menyimpan, dan memproduksi informasi, gagasan-gagasan yang memperkaya kemampuan dan karakter peserta didik.
Dalam  prosedur  pembelajaran terdapat dari 3 unsur yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
Dalam kegiatan  awal guru diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang akan disampaikan. Karena kegiatan awal yang disampaikan dengan menarik akan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Penyampaiana informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan yang paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya, tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak berarti. Guru yang mampu menyampaikan informasi dengan baik, tetapi tidak melakukan kegiatan pendahuluan yang mulus akan menghadapi kendala dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya.

SARAN

Semakin banyak membaca maka kamu akan semakin banyak tahu, maka dari itu perbanyaklah membaca agar semakin menambah pengetahuan dan wawasan kita,Semoga bermanfaat..;)

DAFTAR RUJUKAN


Udin S. Winataputra,dkk (2003).Strategi Belajar Mengajar.CV.Rajawali. Jakarta.

Mulyasa,E.(2003). Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan.Remaja Rosdakarya. Bandung

Depdiknas (2003). Pedoman khusus pengembangan Silabus dan penilaian mata pelajaran fisika. Jakarta : depdiknas



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model Pembelajaran Kooperatif

Keterampilan Dasar Mengajar 1

Strategi Pembelajaran