Hakikat Media Dalam Pembelajaran
Tugas 6
Makalah
Strategi Pembelajaran di SD
" Hakikat Media Pembelajaran "
Disusun Oleh :
Puja Oksa Maharani
Nim/Bp : 1820089/2018
PGSD 4.4
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari,M.Pd.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
A. Hakikat Media Dalam Pembelajaran
Pembelajaran
merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh
pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai
sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa
sebagai pebelajar dan guru sebagai fasilitator, yang terpenting dalam kegiatan
pembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learning process).
Slameto membagi
dalam kategori perubahan dalam belajar, antara lain:
1. Belajar sifatnya disadari dan disengaja.
Dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar dan menyadari bahwa
dalam dirinya telah terjadi perubahan, misalnya pengetahuannya semakin
meningkat dibandingkan sebelum mengikuti proses pembelajaran .
2. Perubahan yang berkesinambungan Hasil dari
belajar diperoleh dengan adanya proses, kelanjutan dari pengetahuan dan
keterampilan yang telah diperoleh sebelumnya. Begitu juga pengetahuan, sikap
dan keterampilan dalam hal ini pengetahuan yang diperoleh, akan menjadi dasar
bagi pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan berikutnya.
3. Perubahan yang bersifat positif Perubahan
yang terjadi bersifat normatif dan menunjukkan kearah kemajuan. Misalnya,
seorang mahasiswa sebelum belajar tentang psikologi pendidikan menganggap bahwa
dalam proses belajar mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan
individu atau prilaku perkembangan peserta didiknya, namun setelah mengikuti
pembelajaran psikologi pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk
menerapkan prinsip perbedaan individu dan prinsip-prinsip perkembangan individu
jika kelak ia menjadi guru.
4. Perubahan yang bersifat aktif Untuk
memperoleh perilaku baru, individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukan
perubahan dengan melakukan kegiatan aktif membaca, dan mengkaji buku, mencari
informasi tentang pengetahuan yang baru.
5. Perubahan yang fungsional Setiap perubahan
prilaku yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup individu yang
bersangkutan, baik untuk kepentingan masa sekarang maupun masa mendatang.
6. Perubahan yang bertujuan dan terarah
Individu melakukan kegiatan belajar pasti ada tujuan yang ingin dicapai, baik
tujuan jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Misalnya, seorang
mahasiswa belajar psikologi pendidikan, tujuan yang ingin dicapai dalam jangka
pendek mungkin dia ingin memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan
tentang psikologi pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk kelulusan dengan
memperoleh nilai Sedangkan tujuan jangka panjangnya dia ingin menjadi guru
yang efektif dengan memiliki kompetensi yang memadai tentang Psikologi
Pendidikan. Sebagai aktivitas dilakukan dan diarahkan untuk mencapai
tujuan-tujuan tersebut.
7. Perubahan Perilaku Secara Keseluruhan,Perubahan
perilaku belajar bukan hanya sekadar memperoleh pengetahuan semata, tetapi
termasuk memperoleh pula perubahan dalam sikap dan keterampilannya. Misalnya,
mahasiswa belajar tentang “Teori-teori Belajar”, disamping memperoleh informasi
atau pengetahuan tentang “Teori-teori Belajar” dia juga memperoleh sikap
tentang pentingnya seorang guru menguasai “ Teori-teori Belajar”. Begitu juga,
dia memperoleh keterampilan dalam menerapkan “Teori-teori Belajar”.
8. Perubahan yang Bersifat Permanen,Perubahan
perilaku yang diperoleh dari proses belajar cenderung menetap dan menjadi
bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoperasikan
komputer, maka penguasaan keterampilan mengoperasikan komputer tersebut akan
menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut.
Beberapa faktor
yang dapat mempengaruhi efektivitas dari suatu komunikasi, baik faktor yang
terjadi pada pengiriman maupun pada penerima pesan. Ishak (1995:3) menjelaskan
diantaranya:
1. Kemampuan berkomunikasi penyampai pesan
seperti kemampuan berbahasa dan kemampuan menulis. Sedangkan faktor dari
penerima pesan diantaranya kemampuan untuk menerima dan menangkap pesan seperti
mendengar, melihat, dan menginterpretasikan pesan.
2. Sikap dan pandangan penyampai pesan kepada
penerima pesan dan sebaliknya. Misalnya, rasa benci, pandangan negatif,
prasangka, merendahkan satu diantara kedua belah pihak, sehingga akan
menimbulkan kurangnya respon terhadap pesan yang disampaikan.
3. Tingkat pengetahuan baik penerima maupun
penyampai pesan. Sumber pesan yang kurang dipahami, informasi yang ingin
dicapai akan mempengaruhi gaya dan sikap dalam proses penyampaian pesan.
Sebaliknya penerima pesan yang kurang mempunyai pengetahuan dan pengalaman
terhadap informasi yang disampaikan tidak akan mampu menerima informasi itu
dengan baik.
4. Latar belakang sosial budaya dan ekonomi
penyampai pesan serta penerima pesan. Ketanggapan penerima pesan dalam merespon
informasi tergantung dari siapa dan oleh siapa pesan itu disampaikan Berdasarkan
uraian di atas, jelas tergambar bahwa media merupakan bagian dari proses
komunikasi. Baik buruknya sebuah komunikasi ditunjang oleh penggunaan saluran
dalam komunikasi tersebut. Saluran (channel) yang dimaksud di atas adalah
media.
Proses belajar mengajar
pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari
sumber pesan melalui saluran atau media tertentu kepenerima pesan. Pesan,
sumber pesan, saluran atau media dan penerima pesan adalah merupakan komponen-komponen
proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah materi pembelajaran
yang sudah ada dalam kurikulum. Sumber pesan bisa guru, TV, buku, koran,
majalah dan siswa. Dalam sistem pembelajaran modern saat ini, siswa tidak hanya
berperan sebagai komunikan atau penerima pesan, bisa saja siswa bertindak sebagai
komunikator atau penyampai pesan. Dalam kondisi seperti itu, maka terjadi
komunikasi dua arah (two way traffic communication) atau komunikasi banyak area
(multi way traffic communication). Dalam bentuk komunikasi pembelajaran manapun
sangat dibutuhkan peran media untuk lebih meningkatkan tingkat keefektifan
pencapaian tujuan dan kompetensi pembelajaran.
B. Pengertian Media. Kata media
berasal dari
bahasa latin, dan merupakan bentuk jamak dari kata ”medium”. Secara harfiah
kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke
penerima pesan. Areif Sardiman, dkk. (1996) mengemukakan arti media adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepenerima pesan. Kemudian telah
banyak pakar dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian
media.
Beberapa diantaranya mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut:
1. Teknologi
pembawa pesan yang dapat dimanfaat untuk keperluan pembelajaran. Jadi media
adalah perluasan dari guru (Schram, 1982).
2. National
Education Asociation (NEA) memberikan batasan bahwa media merupakan sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual,termasuk teknologi perangkat
kerasnya.
3. Briggs
berpendapat bahwa bahwa media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi
siswa supaya terjadi proses belajar.
4. Asociantion of
Education Comunication Tecnology (AECT) memberikan batasan bahwa media
merupakan segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran
pesan.
5. Gagne
berpendapat bahwa berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang
siswa untuk belajar.
6. Segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian, dan kemampuan siswa untuk belajar (Miarso, 1989).
7. Menurut
Heinich, (1993) media merupakan alat saluran komunikasi.Heinich mencontohkan
media seperti film, televisi, diagram, bahan tercetak (printed material),
komputer, dan instruktur.
Contoh media
tersebut bisa dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa
pesan-pesan (massages) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Heinich juga mengkaitkan
hubungan antara media dengan pesan dan metode (Methods).
Landasan
Penggunaan Media Pembelajaran Agar interaksi belajar mengajar dapat berjalan
efektif dan efisien perlu digunakan media yang tepat. Ketepatan yang dimaksud
tergantung pada tujuan pembelajaran, pesan (isi) pembelajaran dan karakteristik
siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran.Dalam konteks ini, penulis akan
mengutip pendapat (Sadiman, 1990). mengenai landasan
media pembelajaran sebagai berikut:
1.Landasan
filosofis.
Ada suatu
pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru
di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi.
2.Landasan
Psikologis.
Belajar adalah
proses yang kompleks dan unik; artinya, seseorang yang belajar melibatkan
segala aspek kepribadiannya, baik fisik maupun mental. Keterlibatan dari semua
aspek kepribadian ini akan nampak dari perilaku belajar orang itu. Perilaku
belajar yang nampak adalah unik, artinya perilaku itu hanya terjadi pada orang
itu dan tidak pada orang lain.
DAFTAR RUJUKAN
Sadiman
Arief (dkk), 1996 , Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali Press, hal 6
Schramm,
Wilbut, 1978, ”Draf sampler of Distance Education”. Hawaii: East-West
Communication Institute
AECT.”The Definition of Educational
Tecnology,” 1977. Edisi Indonesia Diterbitkan CV
Rajawali
dengan judul Defenisi Teknologi Pendidikan. Seri sPustaka Teknologi Pendidikan No.7)
Heinich
R, et all, 1996, Instructional Media and Tecnologies for Learning, 5 edition,
New York : Macmillan Publishing Company
Bovee.Courland,
(1997) Business Communication Today. Prentice Hall : New York
Komentar
Posting Komentar